Australian Days UGM : A Student Initiative to Enhance Mutual Understanding Between Indonesia and Australia

Kunjungan Kenegaraan Tonny Abbott ke Indonesia menandai dimulainya babak baru dalam hubungan Australia-Indonesia. Pasca memangku jabatan sebagai Perdana Menteri Australia September silam, ini adalah kunjungan kenegaraan pertamanya. Kita bisa memahami bahwa Indonesia begitu penting dan telah menjadi prioritas Abbott dalam kebijakan luar negeri Australia. Di tengah kondisi tersebut, Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (Komahi) Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan Australian Days UGM : A Student Initiative to Enhance Mutual Understanding Between Indonesia and Australia.

            Australian Days merupakan suatu langkah konkret yang diinisiasi oleh Korps Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada untuk meningkatkan pemahaman antara masyarakat Indonesia dan Australia. Australain Days adalah suatu wadah untuk memperkenalkan dan mendiksuikan kebudayaan Australia – baik budaya popular maupun budaya politik, dan budaya tradisional—secara komprehensif khususnya bagi pemuda di Indonesia. Tujuan tersebut akan diwujudkan melalui beberapa rangkaian acara, yaitu Seminar   on Indonesia-Australia Relations : “Enhancing Mutual Understanding through People-to-People Engagement”; Simulasi Sidang Parlemen Australia, dan Australian Expo.

            Penyelenggaraan Australian Days pada dasarnya adalah sebuah kesadaran dari mahasiswa di Indonesia mengenai pentingnya hubungan harmonis antara kedua negara. Indonesia dan Australia yang memiliki kedekatan geografis secara empirik menunjukkan hubungan yang penuh dinamika. Di satu sisi, keduanya telah menjalin kersama di pelbagai bidang seperti ekonomi, sosial, dan pendidikan. Namun di sisi lain, hubungan kedua negara tidak jarang menemui hambatan, mulai dari isu terorisme hingga permasalahan pencari suaka. Hambatan tersebut sering kali memunculkan persepsi negatif dari masyarakat kedua negara karena kurangnya pemahaman mereka terhadap negara tetangga. Jika tidak segera ditangani, absensi mutual understanding kedua belah masyarakat bukan tidak mungkin akan menjadi pemantik konflik Indonesia-Australia.

            Inisiasi Komahi UGM untuk menyelenggarakan Australian Days tidak bisa dilepaskan dari posisi strategis UGM dalam hubungan kedua negara. Sebagai salah satu leading universities di Indonesia, cukup banyak mahasiswa Australia yang sedang menuntut ilmu di  Universitas Gadjah Mada melalui program ACICIS. Di samping itu, UGM juga melakukan banyak kerjasama institusional dengan pelbagai Universitas di Australia. Di sisi lain, banyak tokoh nasional dari Universitas Gadjah Mada yang menempuh pendidikan lanjutnya di Australia. Sebut saja tokoh reformasi Prof. Dr. Ichlasul Amal yang juga Rektor UGM periode 1997-2002 (menempuh pendidikan S3 di Monash University). Lebih dari itu, April lalu Rektor UGM saat ini, Prof. Dr. Pratikno mendapatkan penghargaan Doctor of the University dari almamaternya, Flinders University.        

            Australian Days sendiri digelar pada 14 – 15 November 2013. Mengambil tempat di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Pada hari pertama, akan dilangsungkan seminar yang akan diisi oleh pembicara dari kedua negara. Dari Indonesia ada nama M. Hery Saripudin selaku Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Dafri Agussalim selaku Pengamat Politik Australia dari Jurusan HI UGM. Sementara itu, dari Australia ada nama Stephen Scott selaku Minister Counselor, Political and Economic Branch Australian Embassy Indonesia. Di hari kedua, akan dilangsungkan Simulasi Sidang Parlemen Australia yang diikuti oleh Mahasiswa Hubungan Internasional Provinsi Jateng dan DIY. Simulasi sidang akan menjadi media pembelajaran untuk memahami proses pengambilan kebijakan Pemerintah Australia. Selain itu, hari kedua juga akan diisi dengan Australian Expo. Australian Expo akan menampilkan informasi beasiswa pemerintah Australia untuk Indonesia, pentas kebudayaan dari kedua negara, dan pameran hasil karya mahasiswa HI UGM.  

            Australian Days terlaksana atas kerjasama dari pelbagai pihak. Sebagai organisator, Komahi UGM bekerjasama dengan Institute of International Studies (IIS) UGM dan Kementerian Luar Negeri Indonesia. Australian Days juga didukung oleh Pertamina, Radio Edukasi, Radio Swaragama, Radar Jogja, Balairung, Adi TV, Jogja TV, dan TVRI.

             Kami meyakini Australian Days bisa menjadi langkah awal khususnya bagi pemuda Indonesia untuk lebih memperhatikan Australia. Dengan mempertemukan orang Indonesia dengan orang Australia, Australian Days akan menjadi jembatan untuk hubungan yang lebih konstruktif antara kedua masyarakat di kemudian hari. Pada akhirnya, dinamika dalam hubungan Indonesia-Australia tidak menjadi hambatan bagi harmonisnya hubungan kedua negara.

1403110_10201498544404529_733206708_o

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s