Energi Positif 15 Juni

Cukup mengejutkan mendengar berita dari mbak Yusi bahwa Ujian Lisan Pengantar Studi Demokrasi dilaksanakan hari Sabtu, 15 Juni 2013. Ini untuk pertama kalinya dalam catatan sejarah masa kuliah ujian dilaksanakan hari Sabtu. Teman-teman yang berada jauh di sana, di negeri antah berantah, sontak mempertanyakan kebenaran jadwal ujian ini.

Jika dikaji lebih dalam, keputusan Mas Eric untuk menempatkan ujian lisan hari sabtu logis dan menguntungkan. Biasanya ujian lisan memang memakan waktu dan tidak jarang mengganggu jadwal ujian mata kuliah lain. Padahal, jadwal normal ujian PSDEM adalah Senin pagi. Bisa dibayangkan jika tetap memaksakan untuk menepati jadwal semula, berapa mahasiswa akan mengorbankn mata kuliah lain demi ujian lisan yang tidak lebih dari 10 menit itu. Untuk itu, aku berterima kasih pada Mas Eric atas kebijakannya yang turut membawa ketenangan hati ini. (ungkapan  ndang mari, ndang wis cocok sebagai abstraksi situasi ini :D)

Kurang lebih satu minggu aku mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian PSDEM. Waktu tersebut tidak untuk dihabiskan melahap materi satu semester ini, melainkan tersedot untuk memahami tulisan Olle Tornquist Chapter 1. Ya, hanya satu chapter memang. Tapi bahasanya itu lo, kalo istilah ngapaknya (baca : dhamar) mbundet ra karuan. Seringkali, vocab aneh yang belum pernah baca dan denger dipake sama Tornquist yang asli Skandinavia itu. Alhasil, butuh baca tiga kali untuk benar-benar memahami apa yang dipahami oleh another Indonesianist ini. Print out tulisannya juga sudah nggak perawan lagi karena  berlombaan dengan catatan-catatan yang aku buat.

Melalui tulisan ini, aku ingin mengucap syukur atas segala energi positif yang tercipta di 15 Juni 2013-ku. Diawali dengan mimpi yang membebaskan kemarin malam, tadi pagi aku bisa bangun jauh sebelum adzhan subuh dikumandangkan — sebuah kebiasaan SMA yang realtif langka di masa kuliah. Kemudian, perhatian tertuju pada rangkaian memori bersama fahmy dan citra yang terekam apik. Segala kenangan dan path toward on fire condition menyerbak di sekujur tubuh. E, lha kok ndilalah isuke fahmy sms. Sekalian deh minta doa dari bocah ‘udik’ yang satu itu. Nggak berhenti disitu, sekalinya telpon eyang kakung langsung diangkat. Doa restu mengalir dari sesama civitas akademika Sospol UGM😀 (semoga bisa kaya eyang yang lulus cum laude) Ironisnya, di dunia twitter aku dibully sama ajay-bundo-billy. Kesempatan itu nggak kusia-siakan untuk berdoa. Kan doanya orang yang terbully (teraniaya) manjur katanya. Daaaan, yang paling penting, lima menit sebelum masuk ke ruang ujian, emes telepon menyampaikan restunya which means restu Allah udah di tangan.😀

Alhamdulillah.

Untuk mengakhiri tulisan ini, selamat ulang tahun!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s